How to : Mount Harddisk di Linux

windows mousquito spashed by linuxKasus :
Ada dua buah harddisk, satu digunakan untuk linux yang sudah ter-install dan digunakan untuk booting sebagai Primary master. Dan harddisk kedua yang baru saja dipasang merupakan harddisk yang berisi data dan tidak dapat diakses secara langsung.

Simple aja, pertama cuma liat dari output dmesg apakah harddisk yang terpasang sudah di-detect oleh system atau belum. Jika hanya mengetikkan dmesg akan menampilkan banyak output, maka gunakan grep untuk menampilkann text yang kita inginkan.

[email protected]:~$ dmesg|grep hd
[ 3425.685444]     ide0: BM-DMA at 0x2020-0x2027, BIOS settings: hdaMA, hdb:pio
[ 3425.685487]     ide1: BM-DMA at 0x2028-0x202f, BIOS settings: hdcMA, hdd:pio
[ 3426.068814] hda: WDC WD64AA, ATA DISK drive
[ 3427.025307] hdc: ST320414A, ATA DISK drive
[ 3427.923490] hda: max request size: 128KiB
[ 3428.006484] hda: 12594960 sectors (6448 MB) w/2048KiB Cache, CHS=13328/15/63, UDMA(33)
[ 3428.006520] hda: cache flushes not supported
[ 3428.006696]  hda: hda1 hda2
[ 3428.035969] hdc: max request size: 128KiB
[ 3430.667545] hdc: 39102336 sectors (20020 MB) w/2048KiB Cache, CHS=38792/16/63, UDMA(33)
[ 3430.667577] hdc: cache flushes not supported
[ 3430.667714]  hdc: hdc1
[ 3463.497081] EXT3 FS on hda1, internal journal
[email protected]:~$

Lihat, yang ditampilkan hanya yang terdapat kata-kata hd, bukan?!
Nah, posisi harddisk yang baru saya pasang terletak di Secondary Master, maka di-detect sebagai hdc. Lengkapnya adalah berikut :

|------------------|------------|
|Posisi            |Nama device |
|------------------|------------|
|Primary Master    |hda         |
|Primary Slave     |hdb         |
|Secondary Master  |hdc         |
|Secondary Slave   |hdd         |
|------------------|------------|

Primary mengarah ke slot IDE0 di motherboard
Secondary mengarah ke slot IDE1 di motherboard
Master dan Slaave mengarah ke Connector IDE di kabel data.
Mudah kan?!
Nah, sekarang ada angka dibelakang hda dan hdc. Angka di belakang hda dan hdc tersebut menunjukkan urutan partisi. Dari output di atas, bisa di lihat partisi yang ada di masing-masing harddisk.

[ 3428.006696] hda: hda1 hda2
[ 3430.667714] hdc: hdc1

Arti dari output di atas bahwa di hda (Harddisk Primary master) ada 2 partisi dan di hdc (Harddisk Secondary Master) ada satu partisi.

Sekarang jalankan mount untuk melihat semua filesystem yang sudah di-mount.

[email protected]:~$ mount
/dev/hda1 on / type ext3 (rw,errors=remount-ro)
proc on /proc type proc (rw,noexec,nosuid,nodev)
/sys on /sys type sysfs (rw,noexec,nosuid,nodev)
varrun on /var/run type tmpfs (rw,noexec,nosuid,nodev,mode=0755)
varlock on /var/lock type tmpfs (rw,noexec,nosuid,nodev,mode=1777)
procbususb on /proc/bus/usb type usbfs (rw)
udev on /dev type tmpfs (rw,mode=0755)
devshm on /dev/shm type tmpfs (rw)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,gid=5,mode=620)
lrm on /lib/modules/2.6.20-15-generic/volatile type tmpfs (rw)
[email protected]:~$

Karena hda1 merupakan partisi utama dimana linux saya ter-install, maka otomatis akan di-mount pada saat booting. Nah, karena hdc baru saja dipasang maka kita perlu mount hdc terlebih dahulu.
Untuk mount hdc anda perlu priviledge access alias root access.

[email protected]:~$ su -
Password:
[email protected]:~# mount /dev/hdc /media/hdc
mount: mount point /media/hdc does not exist
[email protected]:~#

Maksud dari perintah tersebut adalah untuk mount device hdc di directory /media/hdc, jadi kita akan meng-akses file-file yang ada di device hdc lewat directory /media/hdc. Apa sekarang sudah bisa diakses?!
Belum. Karena perintah tersebut memberikan sebuah pesan mount: mount point /media/hdc does not exist yang artinya folder /media/hdc tidak ada. Karena memang saya belum membuatnya. Untuk lebih jelas, kita akan memeriksanya.

[email protected]:~# ls /media/hdc
ls: /media/hdc: No such file or directory
[email protected]:~#

Benar tidak ada bukan?! Sekarang kita akan membuat directory hdc di bawah direcotry /media dan mount device hdc.

[email protected]:~# mkdir /media/hdc
[email protected]:~# mount /dev/hdc /media/hdc
mount: you must specify the filesystem type
[email protected]:~#

Pesan kembali muncul pada saat mount /dev/hdc ke /media/hdc, tapi pesan ini berbeda dengan sebelumnya yang memberitahukan bahwa directory /media/hdc tidak ada. Masih ingat pesan dmesg tadi ?!
[ 3430.667714] hdc: hdc1
Pesan di atas memberitahukan bahwa device hdc memiliki satu partisi. Jadi, kita mount hdc1, bukan hdc.

[email protected]:~# sudo mount /dev/hdc1 /media/hdc
[email protected]:~#

Tanpa pesan-pesan lagi, bukan?!
Sekarang, coba lihat isi /media/hdc menggunakan perintah ls.

[email protected]:~# ls /media/hdc
ALL     forum.linux.or.id  Ianis-Linux.ico  My Music  System Volume Information
backup  great javascript   MSOCache         RECYCLER
[email protected]:~#

Tapi, coba anda berganti ke user biasa menggunakan perintah exit dan kemudian memeriksa kembali isi /media/hdc menggunakan perintah ls /media/hdc.

[email protected]:~# exit
logout
[email protected]:~$ ls /media/hdc
ls: /media/hdc: Permission denied
[email protected]:~$

Koq jadi ga bisa??!!
Karena default owner-nya adalah root, maka kita perlu menambahkan option uid=1000 agar uid 1000, yaitu ianis bisa membaca isi dari hdc. Tahu darimana bahwa user ianis memiliki uid 1000 ?

[email protected]:~$ cat /etc/passwd|grep ianis
ianis:x:1000:1000:Ianis th3sn0wbr4in,,,:/home/ianis:/bin/bash
[email protected]:~$

Cukup mengetikkan cat/etc/passwd|grep namauser, maka anda akan mengetahui uid untuk nama user tersebut.
Sekarang, coba umount /dev/hdc kemudian mount kembali dengan options uid=uid_user_anda

[email protected]:~# umount /dev/hdc1
[email protected]:~# mount /dev/hdc1 /media/hdc -o uid=1000
[email protected]:~# exit
logout
[email protected]:~$ ls /media/hdc
ALL     forum.linux.or.id  Ianis-Linux.ico  My Music  System Volume Information
backup  great javascript   MSOCache         RECYCLER
[email protected]:~$

Sekarang, user ianis bisa mengakses isi dari harddisk yang baru saja dipasang, bukan?!
Untuk meng-umount-nya, cukup ketik umount /dev/hdc, dan tidak butuh akses root untuk melakukannya.
Sekarang, anda bisa melihat-lihat isi nya menggunakan Konqueror agar lebih nyaman.
Tapi, sepertinya akan ada satu masalah lagi, yaitu jika anda me-restart komputer anda, maka anda harus mengulang semua langkah-langkah di atas dari awal, tentu akan sangat melelahkan bukan?!
Sekarang, edit file /etc/fstab menggunakan editor favorit anda. Untuk contoh, saya menggunakan editor nano.

[email protected]:~# nano /etc/fstab

Tambahkan baris berikut :

/dev/hdc1       /media/hdc      auto    auto,uid=1000   0       0

Untuk device (/dev/hdc1) dan mount point (/media/hdc) dan options lainnya, silahkan sesuaikan dengan kebutuhan anda. Sekarang, ketika komputer di-restart, hdc akan di-mount secara otomatis oleh system.
And…have fun!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*