Usul Mendirikan Persatuan Pemegang Kartu Kredit

Menaggapi banyaknya keluhan tentang KK, jadi saya berpikir, pasti karena lemahnya posisi nasabah KK manakala terjadi hal2 yang merugikan nasabah KK itu. Dalam hal pihak bank melakukan kelalaian perbankan, pihak bank cuma menyampaikan maaf saja manakala terjadi kelalaian di pihak bank yg mengakibatkan kerugian materil dan non-materil pada nasabah KK.
Coba ditilik dari jurisprudensi perlindungan konsumen, menurut saya blum cukup implementasinya melindungi konsumen manakala si nasabah KK mengalami kerugian materil dan non-materil akibat kelalaian pihak bank.

Lihat saja UU tentang transaksi elektronik yg diluncurkan baru2 ini, apakah benar2 sudah berisi sepenuhnya untuk perlindungan konsumen atau jangan2 hanya produk titipan pihak bank agar supaya bank tdk mengalami kerugian untk transaksi elektronik? Jika nasabah mengalami kerugian akibat transaksi elektronik, siapa yang melindungi? Hukum? Hukum yang mana? Adakah hukum yang benar2 melindungi konsumen? coba secara jujur kita renungkan!

Untuk itu, menurut saya sudah waktunya para pemegang kartu kredit saat ini bersatu melawan penjajahan mental & idiologi ala Belanda pd zaman VOC via KK saat ini. Cara melawan adalah dgn meningkatkan persatuan dan kesatuan para pemegang kartu kredit baik yg saat ini bermasalah maupun yg akan menghadapi permasalahan dgn KK.

Karena bagaimanapun apabila si pemegang kartu kredit saat ini tidak atau blum menghadapi “masalah”, percayalah suatu saat pasti akan menimbulkan MASALAH KARTU KREDIT! Karena kartu kredit itu tidak manusiawi! Kan kasihan para nasabah yg diteror, dicaci, dipermalukan didepan umum oleh para debt colector gaya premanisme gara2 menunggak pembayaran KK. Debt colector itu adalah suruhan bank! janganlah karena anda saat ini belum diteror oleh bank via debt colector anda tidak memperdulikan “masalah” ini!

Wahai pemegang kartu kredit bersatulah dalam menghadapi penjajahan ini! website Media konsumen ini mungkin bisa menjadi mediator sekaligusa fasilitator untuk mempersatukan para pemegang kartu kredit memperoleh hak2 yang sewajarnya sebagi manusia sejati bangsa INDONESIA.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*