100 Tahun Kebangkitan atau Keterpurukan

Budi Utomo Cs memperjuangkan kebangkitan bangsa 100 tahun lalu. Berbuat terbaik untuk bangsa agar para putra bangsa bisa berorganisasi, dapat menjadi terpelajar. Tekad daya dan upaya agar bangsa Indonesia bangkit. Perjuangan anak bangsa agar terbebas dari kukungan kebodohan. Korban adu domba oleh penjajah.

Sekarang setelah 100 tahun kebangkitan bangsa apa yang dapat kita perbuat? Kemiskinan merajalela. Negeri yang kaya dengan penduduk yang kelaparan. Barang tambang dimana-mana tetapi dikuasai oleh pihak asing. Laut melimpah dijarah dengan troll asing. Pulau-pulau direbut. Budaya yang indah tapi dibenci oleh diri sendiri. Kesenian yang menarik tetapi dikatakan kampungan. Tanah-tanah subur digantikan dengan tiang-tiang beton. Dahulu Indonesia bisa swasembada pangan. Sekarang Indonesia menjadi swaimport pangan. Setiap daerah di Indonesia sekarang berbondong-bondong mengimport beras, gula. Mana kekayaan Indonesia yang katanya subur, makmur, sejahtera? Kemana gigi para pemimpin kita yang hanya duduk-duduk di belakang kursi. Tinggal menerima tumpahan rejeki sekian persen dari proyek yang ada. Dimana kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Yang menurut sejarahnya berkuasa hingga negeri gajah putih. Apa yang bisa kita banggakan sekarang ini.

Para penguasa dunia tertawa akan tindakan dan kelakuan yang terjadi di negeri kita ini. Mungkin hanya kiasan, tetapi coba kita pikirkan. Barang tambang di keruk hanya dengan memberi sedikit tips (uang) ke para pejabat. Pepohonan di luluh-lantakkan hanya dengan memberi uang keamanan kepada pihak terkait. Para pengusaha hanya memikirkan perutnya tanpa ada pemikiran kedepannya. Hutan rusak, tanah bolong, lapindo meluas, sawah tandus, banjir merajalela, kering melanda. Kelaparan pun melanda. Seperti yang kita lihat di siaran televisi, bayi-bayi kena busung lapar. 1 keluarga tewas karena tidak makan 3 hari. Apa peduli para pemimpin? Hanya memberikan BLT apakah cukup?

Coba kita telaah dan kita lakukan itung-itungan. BLT diberikan Rp. 100.000, memang uang ini membantu. Tapi tidak banyak. Harga BBM sekarang berapa? Rp.4500 dan sebentar lagi akan meningkat menjadi Rp. 6000 per tanggal 28 mei. Coba kita pikirkan kedepannya. Apakah kehidupan rakyat miskin hanya cukup dengan BLT yang hanya diberikan Rp. 100.000,- BBM naek otomatis segala kebutuhan akan naik. Ongkos angkutan naik. Kebutuhan pun meningkat. Listrik pasti bakalan naik.

Yah ini hanya menyalurkan unek-unek. Seharusnya kita bangga menjadi bangsa yang besar. Seharusnya dengan ‘Hari Kebangkitan Nasional’ kita harus berbenah menuju kebangkitan bangsa menjadi bangsa besar. Bukan menjadi bangsa yang besar tapi berjiwa kerdil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*