Mungkin ini yang ditunggu-tunggu bagi kalangan mahasiswa. Dengan Toga di kepala, baju kebangsaan wisuda dipakai. Walaupun mungkin ada sebagian mahasiswa yang memiliki nilai IPK yang masih dibawah standard. Tau standard IPK kan. Untuk melamar pekerjaan biasanya perusahaan akan memberikan nilai IPK minimum yang dipersyaratkan untuk diterima di perusahaannya. Biasanya nilai tersebut adalah 2,75.
Bagi kalangan mahasiswa nilai IPK tersebut merupakan hal wajib untuk diperjuangkan. Bagaimana tidak mungkin. Seperti diatas. Perusahaan memberikan batasan minimum untuk penerimaan pegawai.
Perjuangan mahasiswa dalam mencari nilai dan tanda tangan, pada saat ujian pendadaran yang biasanya para dosen membantai mahasiswa. Mungkin tujuannya ada benarnya juga. Coba kita pikirkan kedepannya, misalnya pada saat kita melamar pekerjaan. Pasti ada kegiatan wawancara kan? Nah dari ujian pendadaran itu kita diharapkan siap untuk menerima segala pertanyaan yang mungkin diajukan di kemudian hari. Misalnya juga kita akan mengadakan seminar. Kita sebagai pembicara, pasti akan ada peserta seminar yang akan mengajukan pertanyaan kan? Itu kalau peserta mau menerima jawaban anda. Kalau tidak? jadilah debat kusir.
Yah cuman berbagi pengalaman saja. Wisuda mungkin tujuan akhir mahasiswa. Tapi “wisuda” bukan tujuan hidup lho… Banggal lah jadi sarjana yang memiliki gelar ST, SH, SE, SPd, SP, SPt, SKom dll dll. Anak bangga orang tua pun bangga. Tapi Gelar bukan hanya status dan kedudukan lho. Gelar kesarjanaan merupakan tanggung jawab kita sebagai penyandang gelar.
Sekian terima kasih
Popularity: 1% [?]

























ndak ngerti maksude opo?