17 Agustus Kemerdekaan atau Ketergantungan

17 Agustus hari Proklamasi Indonesia. Hari kemerdekaan Indonesia. Hari yang menjadi kebanggaan kita karena telah terbebas dari penjajahan. Hari yang menjadi kebebasan Indonesia untuk berbuat sekehendak maunya tanpa tekanan dari negara lain. Hari kemenangan Bangsa Indonesia terlepas dari kemerdekaannya.

Tapi jika kita rasakan sekarang? Apakah kita benar-benar terbebas dari kekangan penjajahan. Coba kita lihat apa kata Amerika tentang kita. Anggap lah ini hanya skenario anak kecil. Tapi jika kita telaah dan kita perhatikan petikan dari tulisan tersebut, kita dapat ambil kesimpulan bahwa kita masih dikontrol oleh negara adidaya. Kita masih dijajah oleh mereka. Tapi dengan kata halus “Bantuan” “Pinjaman” dll dan apalah namanya nantinya. Anggap lah petikan tulisan tersebut hanya bualan anak kecil. Cuman lelakon topeng monyet. Kita Bangsa Indonesia sebagai monyetnya, Negara adidaya sebagai pawangnya. Sarimin pergi kepasar. Sarimin naek sepeda. Sarimin ini, Sarimin itu. Kita sebagai monyet pasti akan tunduk apa kata pawang. Yah nasib jadi negara kaya yang selalu meminta-minta. Apa benar kita negara kaya seperti pelajaran-pelajaran kita waktu SD. Indonesia Negara yang makmur. Indonesia negara yang kaya. Indonesia Jamrud Khatulistiwa. Who Knows… We just see…

Kita pernah dengar 100 Tahun Kebangkitan atau Keterpurukan. Yah seperti yang kita tahu. 100 tahun umur Kebangkitan Nasional kita. 100 tahun pula keterpurukan dan kebangkrutan yang kita alami. Ambil contoh kongkrit. Misalnya ni di daerah jadul ada tambang NewMont. Yang kita pasti tahu dong siapa yang punya. Nah dari sana kita bisa lihat bagaimana kebangkrutan kita. Tambang NewMonth menghasilkan emas sekian juta ton. Berapa persenkah yang diberikan untuk Indonesia kita tercinta? Berapa persenkah saham yang dimiliki oleh Negara kita tercinta? Berapa persenkah yang diberikan untuk masyarakat daerah sekitar? Yang paling parah coba kita tengok saudara kita di Irian sana. Yang kita tahu disana merupakan tambang dengan kandungan tembaga terbesar ke sekian di dunia. Tapi coba kita lihat masyarakatnya. Masih kekurangan, terbelakang, dan pendidikan hanya diterima oleh sebagian besar dari masyarakat Papua. Yah namanya juga masyarakat apalah daya. Masyarakat bertindak bedil berteriak.

Pemilu juga sudah dekat, 34 Partai telah terdaftar sebagai Partai yang ikut meriahkan pemilu 2009. Tapi dengan partai sebanyak itu apakah mampu merubah keadaan Indonesia kita ini? Yah itu mungkin merupakan PR bagi para calon legislatif. Itu mungkin merupakan rancangan kerja kedepan para legislatif. Tapi jika kita lihat kinerja DPR sekarang, tau sendiri kan. Uang jalan sidang lancar, duit lancar juga kan. Tapi coba kita lihat. Apa yang dihasilkan? UU ITE apakah sudah berjalan sebagai mana mestinya? Sekarang coba kita lihat UU ITE ini. Malah semakin banyak penyebaran Video Porno Lewat Internet. Sepertinya sidang yang ada sia-sia dan menghambur-hamburkan uang. Yang sekarang lagi marak adalah UU tentang lambang Palang Merah Indonesia. Yang kita tahu negara Indonesia yang Skular. Apakah cocok diganti dengan Bulan Sabit Merah, atau ada tujuan-tujuan tertentu. Who knows. Just see and prevent.

Yah jadi ikutan pusing. Maklum urusan politik bukan urusan jadul. Yang penting hidup tenang nyaman, kerjaan enak duit meluncur secara halal

Leave a comment

Your email address will not be published.


*