Lawakan Kaset / Album Radio Warkop DKI – Pengen Melek Hukum



Film jadul Playlist Kaset Radio Warkop : https://www.youtube.com/playlist?list=PL3abb4p4BfoN4fuqqFsHet6WnpBvZqQVQ

Rekaman kaset lawak Warkop DKI ( Warkop Prambors / Warung Kopi ) yang isinya lawakan-lawakan anggota Warkop, yaitu Dono, Kasino dan Indro )Di kaset / Album mereka yang Kelima dimana Nanu sudah tidak aktif di kaset radio / album ini. Kali ini judul Albumnya adalah Pengen Melek Hukum”.

Tema Lawakan / Drama Rekaman ini mengisahkan tentang obrolan tokoh-tokoh warkop DKI.

Warkop atau sebelumnya Warkop Prambors, juga kemudian dikenal sebagai Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.

Dalam acara itu, Rudi Badil dalam obrolan sering berperan sebagai Mr. James dan Bang Cholil. Indro yang berasal dari Purbalingga berperan sebagai Mastowi (Tegal), Paijo (Purbalingga), Ubai atau Ansori. Kasino yang asli Gombong perannya bermacam-macam: Mas Bei (Jawa), Acing/Acong (Tionghoa), Sanwani (Betawi) dan Buyung (Minang). Nanu yang asli Madiun sering berperan sebagai Poltak (Batak) sedangkan Dono sendiri hanya berperan sebagai Slamet (Jawa).

Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP, yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat Rp 250.000.

Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu.

Berikut adalah side A Album Wakrop DKI “Pengen Melek Hukum”

Dalam album Pengen Melek Hukum (Indro sebagai mahasiswa penyuluh hukum, Kasino, Dono sebagai warga).

Jokes di mulai dengan salam biasa warkop. Indro sebagai mahasiswa ingin memberikan penyuluhan hukum kepada warga menteng, kasino dan indro berperan sebagai warga. Lalu diikuti kasino jokes atau lawakan soal BH ( Bra ). Dono jokes soal stock hukum. Lalu soal posbakum dan pengadilan. Dono soal kata-kata mutiara, pribahasa malu bertanya sesat di kamar. Indro soal sumur dengan dono.

Indro kasino soal negara hukum. Lalu indro buat jokes soal undang-undang dan kondangan ( ngundang-ngundang ).

Indro memberikan kepanjangan soal Hukum & Hakim. Lalu Dono mebuat lawakan soal Barang Siapa. Dono juga menanyakan soal perlindungan hukum. Kasino membuat jokes soal Jaksa. Lalu soal Jaksa agung ( jagung ) dan pembela, tertuduh, terdakwa.

Setelah menjelaskan soal onderdil hukum atau perangkat hukum, indro menjelaskan soal jenis-jenis hukum atau macam-macam hukum.

Lalu soal hukum laut yang menjelaskan kapal selam. Lalu Hukum pasung dari dono. Lalu soal koruptor. Lalu kasino nanya soal lama hukuman dan juga soal maling ayam vs koruptor. Lalu ada yang menanyakan soal hukum kawin lagi ( nikah lagi ). Setelah itu indro menjelaskan soal kawin kontrak. Partini. Hukum Rimba, Hukum rendam dan hukum rajam berikutnya. Berikutnya soal hukum penalty dan keeper. Setelah itu soal hukum karma, pemerkosaan dan datang bulan. Setelah itu soal kawin lari ( nikah siri ).

Dono cerita soal melanggar lalu lintas dan dibawa pengadilan. Denda dan kurungan jadi jokes berikutnya.

Berikutnya rambut lalu lintas jadi lawakan. S di coret dilarang stop jadi celaan pertama. P di coret alias dilarang parkir. Lalu terompet / terompret di coret. Lalu arti lambang sendok garpu yang artinya ada rumah makan. Lalu ada rambu gambar kemah.

Terakhir adalah hukum archimedes.

Source : https://www.youtube.com/watch?v=YofK6HHoGn0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *