“Rekaman Jadul itu Tidak Jatuh dari Langit”: Betamax dan VHS, Pita Video Jadul yang Dilupakan

VHS dan Betamax

Di hari tahun baru yang khidmat ini, inBaliTimur memulai kategori Beta-VHS dengan artikel ini. Sekali lagi, kritik, saran dan komentar diterima!

Banyak penggemar barang-barang jadul (terutama orang-orang yang pernah mengalami era 1980an-1990an) yang lumrah mengoleksi kaset pita biasa, piringan hitam dengan player-nya. Ironisnya, kaset video jadul seperti Betamax dan VHS, yang juga mewarnai hidup masa lalu mereka, sangat jarang dikoleksi atau bahkan dianggap sampah (ironisnya piringan hitam dan playernya juga jarang ditemukan tapi sering menjadi koleksi karena alasan “ngetren” bagi anak muda). Media massa juga mendukung kemunafikan kolektor ini dengan tidak menyebut Beta/VHS sebagai bagian dari masa lalu generasi mereka.

Akibatnya, kaset dan playernya dianggap tidak laku oleh pedagang loak dan akhirnya berimbas terhadap jumlah kaset VHS/Beta yang masih bisa ditemukan semakin merosot (karena banyak yang membuangnya). Gawatnya, di zaman sekarang, anak-anak modern benar-benar tidak tahu apa itu Betamax atau VHS. Contoh saja Betamax, yang dikira oleh seorang teller bank saat saya sedang transaksi VCR Betamax, sebagai Baymax (karakter robot Big Hero 6 – BH6 bisa dibeli di toko DVD ori atau di Google Play/Apple Store, di Appstore/Play harganya bisa lebih murah dari beli DVDnya) atau malah diolok-olok dibilang Pertamax (bisa dibeli di mana-mana) oleh anak-anak muda sebaya saya.

Grundig Betatop VB160
Videocassette recorder untuk format Betamax – ini rakitan Grundig, model mirip Sanyo Betacord. VHS hampir mirip tetapi ukuran kasetnya lebih besar dari VCR Betamax di atas. Sumber: Flickr pribadi.

Lebih parah lagi, jika ada yang menemukan satu rekaman TV lawas di YouTube, jawaban pertama yang mereka keluarkan adalah: “mas kerja di TVRI?” atau “kerja di stasiun TV?”, menggambarkan ketidaktahuan mereka pada barang lawas tersebut. Wajar, setelah saya bertanya-tanya kepada anak-anak generasi 90an, harga VCR dengan kasetnya sangat mahal bagi rata-rata orang Indonesia yang di zaman itu, makan nasi dan punya televisi dan kulkas sudah cukup sekali. Belum tahu harganya berapa, tapi kalau anda punya referensi harga kaset dan VCRnya saya akan senang menambahkan data-datanya.

Ini juga terjadi bila subyek rekamannya adalah iklan lawas (terutama dari era 1980an awal (karena sejak 1 Maret 1981 iklan di TVRI dilarang) dan 1990an), video ini paling gampang dicolong oleh para mania iklan yang tidak mau tahu susahnya yang mengupload rekaman iklan lawas itu mencari kasetnya. Kalau penguploadnya adalah seorang yang berkecimpung dari dunia pembuatan iklan, mereka pasti punya master tapenya – yaitu sebuah anak Betamax yang sangat profesional: Betacam, atau si monster U-matic.

Simpelnya: mereka kira rekaman-rekaman itu “jatuh dari langit”.

Betamax
Betamax, berhenti dijual sejak Maret 2016 tapi peminat di luar negeri masih ada. Sumber: Flickr pribadi

Terakhir kali media massa Indonesia melaporkan eksistensi Betamax/VHS justru saat Maret 2016, Sony menghentikan penjualan Betamax, mengakhiri 41 tahun kehidupan kaset video paling berpengaruh ini. Gawatnya (lagi), tidak ada yang mau bilang kalau Betamax pernah populer di pasar Indonesia, karena saat ini, memakai ukuran salah satu ratu kolektor kaset jadul Indonesia, Betamax lebih banyak dibanding VHS dengan perbandingan 5:2.

VHS
VHS. Sumber: Flickr pribadi

Di luar negeri, VHS sangat mendominasi pasaran, katanya kecuali Jepang dan negara Amerika Latin yang lebih didominasi Betamax. Terutama di Amerika Serikat, ladang pertempuran antara VHS dan Betamax yang dimenangkan VHS karena durasi rekamnya yang sangat ideal, dan pencipta VHS, JVC (Japan Victor Company, populer disini karena mini compo dan pesawat televisinya) membaca kelemahan dan kesalahan format Betamax ciptaan Sony – yaitu formatnya tidak terbuka untuk perusahaan lain, kompleksivitas mekanisme rekaman, dan kalah segi durasi rekaman. Akibatnya Sony mengakui kekalahan format mereka di era 1980an, dan mulai menjual kaset dan player VHS mereka sendiri (saya punya salah satu kaset VHSnya yang bermerek Sony).

Tapi toh Sony masih menjual Betamax sampai 2016, sementara player dan camcorder Betamax sudah distop pada 2002 lalu. Luar biasa, Sony, luar biasa.

Kembali ke kasus di Indonesia, jika anda suka dan ingin mencari rekaman film lawas atau mau hunting iklan jadul, saya sarankan, wajib hukumnya mencari kaset-kaset VHS atau Betamax, karena semua peninggalan rekaman TV jadul itu berasal dari sana. Soal konverter, saya sarankan DVD/HDD Recorder, video capture murahan seperti EasyCap dan USB TV Stick untuk laptop, karena mungkin ini saja yang ada. Mahal tapi berguna untuk jangka panjang daripada bolak-balik ke jasa convert karena ongkosnya mahal.

Sumber: https://inbalitimur.wordpress.com/2017/01/01/betamax-vhs-jadul-dilupakan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *