16 Desember 2002
Edited: 27 Agustus 2008
“Snouck Hurgrounje-II†yaitu persisnya saat ini diperankan oleh “Henry Dunant Centreâ€, memulai lagi debutnya di Aceh. Tentu saja, secara historis itu merupakan kelanjutan dari kerja Snouck Hurgrounje dan “van Heutz†lebih 100 tahun yang lalu.
Aceh “terpaksa†menerima “kemenangan†ini walaupun merupakan hadiah yang dipaksakan oleh situasi, di sisi lain dan alasan kuat yang digunakan adalah masalah HAM sudah terbingkai dalam deklarasi-deklarasi PBB, beberapa Undang-undang Dasar Negara dan telah menjadi “isu perjuangan†sementara (temporer) oleh manusia-manusia yang sepertinya berjuang untuk menegakkan kemanusian, kebenaran dan keadilan.
Negara Republik Indonesia yang “Kesatuan†ini juga dengan pasrah “dipaksa†menerima perjanjian-perjanjian Jenewa yang telah digariskan oleh Henry Dunant Centre (HDC) atau Snouck Hurgrounje-II (SH-II). Tidak terlepas juga todongan pelanggaran kemanusiaan berat yang diperankan selama tiga dasawarsa oleh tentara/militer/TNI Indonesia. Read more »
Popularity: 1% [?]
17 Agustus hari Proklamasi Indonesia. Hari kemerdekaan Indonesia. Hari yang menjadi kebanggaan kita karena telah terbebas dari penjajahan. Hari yang menjadi kebebasan Indonesia untuk berbuat sekehendak maunya tanpa tekanan dari negara lain. Hari kemenangan Bangsa Indonesia terlepas dari kemerdekaannya.
Tapi jika kita rasakan sekarang? Apakah kita benar-benar terbebas dari kekangan penjajahan. Coba kita lihat apa kata Amerika tentang kita. Anggap lah ini hanya skenario anak kecil. Tapi jika kita telaah dan kita perhatikan petikan dari tulisan tersebut, kita dapat ambil kesimpulan bahwa kita masih dikontrol oleh negara adidaya. Kita masih dijajah oleh mereka. Tapi dengan kata halus “Bantuan” “Pinjaman” dll dan apalah namanya nantinya. Anggap lah petikan tulisan tersebut hanya bualan anak kecil. Cuman lelakon topeng monyet. Kita Bangsa Indonesia sebagai monyetnya, Negara adidaya sebagai pawangnya. Sarimin pergi kepasar. Sarimin naek sepeda. Sarimin ini, Sarimin itu. Kita sebagai monyet pasti akan tunduk apa kata pawang. Yah nasib jadi negara kaya yang selalu meminta-minta. Apa benar kita negara kaya seperti pelajaran-pelajaran kita waktu SD. Indonesia Negara yang makmur. Indonesia negara yang kaya. Indonesia Jamrud Khatulistiwa. Who Knows… We just see… Read more »
Popularity: 1% [?]
Budi Utomo Cs memperjuangkan kebangkitan bangsa 100 tahun lalu. Berbuat terbaik untuk bangsa agar para putra bangsa bisa berorganisasi, dapat menjadi terpelajar. Tekad daya dan upaya agar bangsa Indonesia bangkit. Perjuangan anak bangsa agar terbebas dari kukungan kebodohan. Korban adu domba oleh penjajah.
Sekarang setelah 100 tahun kebangkitan bangsa apa yang dapat kita perbuat? Kemiskinan merajalela. Negeri yang kaya dengan penduduk yang kelaparan. Barang tambang dimana-mana tetapi dikuasai oleh pihak asing. Laut melimpah dijarah dengan troll asing. Pulau-pulau direbut. Budaya yang indah tapi dibenci oleh diri sendiri. Kesenian yang menarik tetapi dikatakan kampungan. Tanah-tanah subur digantikan dengan tiang-tiang beton. Dahulu Indonesia bisa swasembada pangan. Sekarang Indonesia menjadi swaimport pangan. Setiap daerah di Indonesia sekarang berbondong-bondong mengimport beras, gula. Mana kekayaan Indonesia yang katanya subur, makmur, sejahtera? Kemana gigi para pemimpin kita yang hanya duduk-duduk di belakang kursi. Tinggal menerima tumpahan rejeki sekian persen dari proyek yang ada. Dimana kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia. Yang menurut sejarahnya berkuasa hingga negeri gajah putih. Apa yang bisa kita banggakan sekarang ini. Read more »
Popularity: 1% [?]