5 Sikap Karyawan yang Memperburuk Reputasi di Kantor

Posted on
5 Sikap Karyawan yang Memperburuk Reputasi di Kantor - Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)
5 Sikap Karyawan yang Memperburuk Reputasi di Kantor – Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)

Jadul5 Sikap Karyawan yang Memperburuk Reputasi di Kantor. Selama kamu bekerja di kantor, pasti ada persaingan dan gesekan antar karyawan. Tidak jarang terjadi ‘perlombaan’ siapa yang lebih banyak menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang singkat.

Atau kompetisi siapa yang mendapat pujian terbanyak dari sang atasan. Sebenarnya, kompetisi yang terjadi di kantor itu sehat, asalkan berjalan seiring dengan sikap profesionalitas dan sportivitas.

Jangan sampai kamu justru dicap sebagai karyawan yang gila sanjungan dari atasan. Berikut ini lima sikap buruk para karyawan yang justru akan menghancurkan reputasi mereka di kalangan rekan kerja sekantor.

Berbicara tanpa berpikir terlebih dahulu. Sering kali jarak antara karyawan dengan atasan sangat tipis. Sebenarnya kondisi ini sengaja diciptakan dengan tujuan agar tercipta suasana kekeluargaan di kantor.

Tapi, saking dekatnya banyak karyawan yang justru kelewat batas. Mereka bahkan bercanda menggunakan kata-kata informal bahkan kasar.

Hal ini pastinya akan membuat namamu jelek di antara sesama karyawan dan juga para atasan. Bahasa tubuh yang tidak pantas ditunjukkan di kantor. Bukan hanya perkataanmu yang harus dijaga, tapi juga sikapmu.

Karena sikap dan gerak-gerik merupakan bahasa tubuh yang juga efektif menggambarkan suasana hati yang paling jujur. Misalnya, kamu tidak duduk dengan tegak atau menggoyang-goyangkan kaki sebagai tanda kamu gugup.

Bahasa tubuh yang kedengarannya sepele ini ternyata juga bisa membuatmu dinilai malas oleh atasan.Jarang tersenyum. Meskipun kamu tidak mengenal office boy dan office girl, apa salahnya melemparkan senyum setiap kali berpapasan denga mereka?

Meskipun kamu memiliki gaji yang lebih besar, bukan berarti mereka bisa diperlakukan seperti pekerja rumah tangga. Selain itu, bertutur katalah yang baik kepada mereka.

Karena tanpa mereka kamu pun akan merasa kesulitan. Jangan juga menyuruh mereka untuk mengerjakan berbagai hal yang sebenarnya masih bisa kamu kerjakan sendiri.

Suka mencari perhatian atasan. Banyak karyawan yang ingin diperhatikan dan dipuji atasan. Sebenarnya, bekerja untuk mendapatkan perhatian dan pujian tidak salah.

Tapi, yang salah adalah ketika kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Misalnya kamu menyuruh rekan lain untuk mengerjakan sesuatu.

Tapi, setelah itu kamu malah mengatakan kepada atasan kalau kamu yang mengerjakannya. Jangan juga membelikan atau menghadiahkan sesuatu kepada atasan untuk mendapatkan perhatian.

Tidak perhatian. Selama bekerja di kantor, kamu pasti akan diberikan berbagai tugas. Melakukan kesalahan ketika bekerja adalah hal yang wajar.

Tapi, jika kamu sudah diarahkan oleh atasan lebih dari satu kali, tapi tetap saja kesalahan itu masih kamu lakukan, jangan harap namamu masih ‘bersih’ di mata rekan dan jajaran boss.

Kelima sikap tersebut akan membuatmu tidak disenangi hampir seluruh karyawan lain. Mencari perhatian dan pujian dari atasan memang sah-sah saja.

Tapi kalau berlebihan dan sangat terlihat, hal ini juga akan mengganggu kepercayaan rekan kerja lain. Karena kamu cenderung bekerja dengan baik hanya di depan atasan.

Itulah alasannya kenapa kompetisi yang tidak sehat hanya akan merusak hubungan baik antar karyawan di kantor serta merusak reputasimu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *